HP : The Next Gen

Jumat, 10 Desember 2010

HP 7 : MOVIE made me freak!! Though too late to tell ya lot more 'bout this movie, I still believe in all of ya who dreams so deep in your tight slumber about what will happen in the next chap of this movie. Well, generally, people who love this movie either the books will keep imagining who's gonna be the players of Potter's children. And yeahh! Un! I've got piece of pics in some of different sources of Harry's soon-to-be-children. Hiyaaaa!!!

Looks like they are so likely just like all Potters. James Sirius Potter will be portrayed as a knucklehead boy who loves Quidditch, a prankster, and a hyperactive little boy. Albus Severus Potter as the middle will be a little boy with brilliant brain, a Slytherin, a quiet one, shy (kinda), dicipline, and all of good things which James doesn't have. And the youngest, Lily Luna Potter is a smart girl, brilliant, has a 'kiss' (noo, it's not Wendy in Peter Pan story), but she is truely pretty. Hell yeahh~

This is the pic when the Potter's next gen got scene in the King's Cross.
Uwoooo... look at that!! Those are James, Lily, and Al! Gyaaaaa!!! They're so cute~ ADORABLE!


Seeing the pics that I've got, made my brain was full of Potter's Next Gen, especially Al. I love Al, by the way. He had  something, maybe charismatic side (he's just a kid, u know. XD), but suddenly, his characters  remind me of Severus Snape and Remus Lupin. Oh God!  They were the coolest teachers for me! So sad, they were all dead. T^T

It was said in many fics (mostly in fanfiction) that soon, Al will be a friend with Scorpius Malfoy. Al was the only one Potter who had been chosen as Slytherin. At first, Al hated being one of them (Slytherins), but Harry (his father) told him a lifestory of a man with same name like Al (read: Snape). So, Al trusted Harry and believed that wherever place you've been given, it'll be same as long as you have a heart of a true witch. Haiksss... so deeply.


Let me tell ya about Hugo and Rose. Hugo is so likely with Ron. Wkwk. And Rose, yeah Rose... Rose is just like the second Hermione. But, Rose can play Quidditch. Yahooo!

This is Hugo.


Aww... Is this the true face of old Drakkie? I mean... err--OLD TOM?! #colaps.


Draco with his son, Scorpius.


Tom and Rupert.


Another freaky time of HP : Next Gen was shown in this pic. Wow, I really love this one. Why? It showed a happy little family of Potters. Harry, Ginny, and the next gens walked together on the little alley in King's Crosee. It's said that James has already taken his first year in Hogwarts. Al was so curious whether he would be like his older brother or not when he's older enough to get his first letter from Hogwarts. And Lily? Well, she's just to little to be in Hogwarts.


Arrghh... can't wait to watch the part II of HP 7 : MOVIE!! >,<

Feels Like in Heaven

Kamis, 09 Desember 2010

Beberapa bulan yang lalu, kalau tidak salah, tepat ketika akhir semester dua kemarin itu saya ditinggal sendirian di rumah. Yaahh, gimana nggak ditinggal. Kakak saya kan mau nikah, makanya ayah sama ibu saya terpaksa ninggalin saya sendirian di rumah. Huwee... Selama seminggu lebih saya di rumah ngurus segalanya sendiri. Itung-itung, biar mandiri juga sih. Cuman, saat-saat itu adalah saat-saat yang paling membetekan. Akhir semester pasti identik dengan ujian. Dan jadwal kuliah anak FK itu lebih lambat daripada anak kuliahan jurusan lain di kampus. HIYAAAA!!!

Alhasil, saya sendirian. Sendiri. ALONE...

Malam-malam, habis pulang ujian itu (sore-sore) gak sempat belanja buat masak hari itu. Dan laparnya bukan main tak tertahankan. TT.TT

Sambil belajar buat ujian praktikum esoknya, saya menangis dalam kelaparan (plakk). Err--maksudnya nangis dalam diam. Haha!

Tau tidak kalau ada pepatah yang bilang 'orang sabar disayang Tuhan' itu memang benar-benar nyata? T^T
Hoahahiiiihiii... #gaje. Malam itu, ya, malam itu... Sebuah ketukan di gembok pagar saya membangunkan lamunan saya di tengah kelaparan itu. Bagai mimpi di malam bolong... (sejak kapan malam jadi bolong?) XDD. Tiba-tiba saja, sebuah anugerah bernama surga di tengah kelaparan yang melanda menemui diri ini. Dan tahukah kau kawan, tetangga saya yang baik hati itu membawakan sebuah kotak bekal berisi...

tenonet tenonet tenonet...

 bolognaise spaghetti

 sunkist orange

Liurku meleleh (yaikkks!) menerima berkah itu. Alhamdulillah... #feels like heaven...

It's really like a heaven, guys! I mean it!! >,<

Light for Eternity (Ismi the Cherry)

Selasa, 07 Desember 2010

Hai kawanku, apakah kamu baik-baik saja di 'sana'? Ya, maksudku, di rumah barumu. Apakah... Apakah engkau memasang cukup banyak penerangan di dalam sana? Aku tahu, kau sangat benci dengan gelap. Oleh karenanya, aku kembali bertanya, apakah sinar kedamaian tengah menerangi lapang pandangmu? Sekelilingmu?

Awalnya, kita hanya teman kelas biasa. Mejamu tepat berada di belakangku. Aku mendengar suaramu tuk pertama kalinya tepat dari arah sana. Kau bilang kau sangat suka dengan gambar-gambar hasil buah tanganku. Mungkin hanya sketsa manga yang abal, tetapi kau tetap memujinya dan hal itulah yang sangat kusukai dari dirimu. Saat memasuki kelas untuk pertama kalinya,  aku merasa asing dengan semuanya. Teman, guru, apalagi yang namanya anak lelaki. Semuanya terlihat begitu blur di mataku. Tapi, kau datang dan menceritakan sebuah kisah bahwa 'kita berteman'. Hanya itu. Tapi, aku bisa menyimpulkan...

Kau begitu menyukai manga. Haha. Begitu pula denganku.

Makanya, sejak saat itu, aku terus menggambar meski anak lelaki di kelas kita selalu menertawai aktivitasku di kala jam istirahat itu. Yah, kubilang aku biarkan saja. Tapi, lagi-lagi, kau di sana, menunggu. Ya. Menunggu hingga aku selesai menggambar. AKu masih ingat gambar pertamaku itu.

Gambar seorang gadis yang memakai kaus oblong bertuliskan 'cherry'.

Kau ingat kan? Kau selalu berupaya memaksaku tuk memanggilmu dengan nama cherry. Awalnya aku hanya mendengus dan bergumam nama itu sangat-tidak cocok sekali bila kusebutkan ke dirimu. Tapi, kau tetap bersikukuh. Dan alhasil, aku memanggilmu dengan cherry. Ismi the cherry...

Kita berpisah untuk waktu yang lama karena aku dipindahkan ke kelas II-A. Sejak saat itulah, kita jarang berkomunikasi lagi. Tapi untungnya, aku masih sering melihatmu berkeliaran di sekolah. Kau suka sekali tertawa meski menurutku belum bisa membuat selera humorku bertambah. Hihi. Maafkan aku.

Namun, segalanya berubah saat facebook tercipta. Kita kembali berkomunikasi melalui situs pertemanan itu. Dan kau tahu, betapa terkejutnya aku saat kau mengatakan bahwa kau begitu dekat dengan orang 'itu'. Ya. 'Orang itu'. Orang yang notabenenya adalah orang yang sangat-sangat-sangat dekat dengan 'orang itu ke-dua'. Err--sepertinya, aku harus mem-blur-kan siapa 'orang itu' dan 'orang itu ke-dua' sebab kau memintaku tuk merahasiakannya. Ya. Jangan khawatir, aku tidak mengatakannya pada 'orang itu ke-dua' kok. :)

Pagi ini. Bukan. Sejak malam Jumat, tertanggal 04 Desember 2010, dadaku menjadi sesak. Rasanya seperti dihujani beribu ton paku. Biasanya, saat aku merasakan hal itu, akan ada sesuatu yang terjadi. Aku pun mulai memikirkan dan menilik satu-satu hal yang mungkin akan membuatku kelabakan. Dan, sebenarnya tak ada hal satu pun yang buruk terjadi padaku. Hanya saja, perasaan itu semakin menjadi-jadi hingga pagi ini, tertanggal 07 Desember 2010. Dan kau tahu itu apa?

One message from Ria.
 'Oni, sudah tau kalau Ismi meninggal?'

Aku menangis...

...lirih dalam diam.

Kau bilang kau memang pernah mengalami pengobatan selama hampir setengah tahun ketika kita chatting berbulan-bulan lalu. Tapi, saat kutanya kau sakit apa, kau menjawab tidak tahu.

Lalu, setelah sembuh, kau bilang kau mau mengajakku tuk mengunjungi Trans Studio bersama. Tapi, tidak jadi. Mungkin aku egois dengan mengatakan bahwa aku sibuk. Tapi...

Apa rumahmu cukup terang, cherry?

Aku akan selalu mendoakanmu dalam diam. Di tiap sholatku... aku menangis lirih.

Good bye, cherry.

Good bye, Ismi...

Let me pray for your eternity life in your new home...

Memoirs of Tomakomai

Kamis, 02 Desember 2010

Sekitar pertengahan Mei dua tahun lalu, saya berkesempatan mengunjungi salah satu negeri adidaya di Asia Timur sana--Jepang. Well, cukup-sangat berkesan. Mengingat bisa berkeliling Jepang adalah salah satu passion sejak kecil saya. Hmm... Tepatnya Tomakomai, sebuah kota kecil di Hokkaido. Menyapa musim semi yang baru-baru saja dimulai, tak ada satu pun warna kelopak pink yang terlihat di sepanjang perjalanan menuju penginapan kami. Semuanya tampak seperti musim gugur. Begitu dingin dan hujan terus mengguyur tanah-tanah Tomakomai yang begitu bersih dari hama-hama bernama sampah. Kapan ya Indonesia terbebas dari sampah di jalanan? Bermimpi dan teruslah bermimpi. Tapi, jangan lupa lakukan apa yang bisa kamu lakukan. Apa susahnya sih membuang sampah pada tempatnya? Toh, disediain tempat kok.

Tujuan kunjungan saya sih sebagai perwakilan Indonesia dalam acara Children Space Summit 2008 di Hokkaido yang diadakan oleh JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency). Rute perjalanan kami itu Makassar--Bali--Jepang. Sebelumnya, saya harus menjelaskan siapa itu kami. Kami adalah... saya sendiri, Muhammad Iffan Hannanu, dan salah satu teman yang maaf (#plak) saya lupa namanya. Pertemuan kami bertiga sangat-sangat-sangat singkat. Hanya dari sepucuk surat saja saya bisa bertemu dengan mereka. Dan setibanya di Tokyo--Narita Airport, kami bergegas ke tempat di mana perwakilan dari negara-negara lain menunggu. Ada Vanessa Moskal--teman dari Aussie. Dua sahabat dari Korea Selatan (lupa siapa namanya), dan dua teman dari Hongkong. Awalnya saya agak kagok, bahasa Inggris kacau balau. Gak tau mesti ngomong apa pas menyapa mereka semua. Yang ada cuma nyengir kuda. Tapi, untung mereka sangatlah ramah dan membuat saya juga jadi sedikit lega. =D

Cheol Won Hong adalah satu dari dua perwakilan Korea Selatan. Kayaknya sih anak SMA. Soalnya, mereka berdua selalu pakai seragam sekolahnya mereka. Cool! Andai seragam sekolahku juga kayak gitu. Hiks. And, saya dan Cheol sempat mengobrol soal arti kata 'annyeong haseo'. Haha. Dan yang membuat saya jadi fascinating ialah saat dia bertanya dalam bahasa Inggris soal kenapa orang muslim harus pakai penutup kepala. Hihi. Syukurlah, ada juga yang bertanya hal itu. Maksud saya, ada juga orang Asia Timur yang tertarik dengan Islam. =D

Ini foto saya bersama Cheol saat kami mempresentasikan hasil diskusi kami. Finally, wajah saya terekspos juga. Wkwkwk...  :)


Yang paling menyenangkan itu ketika kami diajak ke museum roket terpopuler di Tomakomai. Wow, seperti sedang berada di dalam roket beneran! MIR adalah roket milik Rusia yang kemudian diberikan untuk pemerintah Jepang. Alhasil, kota Tomakomai-lah yang menjadi rumah baru buat MIR ini. Sempat saya foto beberapa bagian dari dek roket. Ada toiletnya juga lho.


Aa, kita juga diajak ke fufufu... onsen lho. XDDDD
Tapi, maaf ya. Gak mungkin kan saya foto apa yang terjadi selama di onsen itu. #plak

Hmm, intinya, kami membahas mengenai masalah lingkungan di masing-masing negara yang kami wakilkan. Seorang teman dari Tuvalu menceritakan kepada kami semua mengenai apa yang terjadi pada rumah dan sekelilingnya. Kebanyakan warga Tuvalu bekerja sebagai nelayan--mengingat negara itu adalah negeri kecil yang dikelilingi pantai Pasifik. Mirip-mirip Hawaii-lah tapi lebih panas cuacanya. Mirip Indonesia mungkin. Nama teman kami ini adalah Angelina. Gadis ramah yang baik! Kenapa baik, soalnya di akhir pertemuan saya dan dia, dia sempat menarik tangan saya dan secara mengejutkan memberikan saya sebuah hadiah berupa sumpit. Wkwk. Ada ceritanya nih kenapa dia ngasih sumpit ke saya. Menurut dia, saya kalo makan pakai sumpit tuh aneh! XD

Yang paling kiri itu Iffan, tengah Vanessa dan inilah dia... Angelina. :)


Our friendship was started from here...


Lalu, ini saat saya sedang menjawab pertanyaan salah satu penyimak presentasi kami. I was not sure whether I did say right english grammar or not. Wkwk...


Kemudian, sebuah deklarasi dibuat oleh kami para anak-anak. Kami akan melindungi lingkungan kami, kemudian, bumi tempat kami akan selalu berada di dalamnya hingga akhir hayat anak-cucu kami kelak. Bila suatu masa tiba di mana orang-orang ingin menghancurkannya dengan hal-hal buruk, maka kami akan meneriakkan kata SAVE OUR EARTH! :)


Yang terakhir, ini-lah teman kamar saya. Saori Miyamoto. Dua tahun lebih muda dibanding saya dan berasal dari Hokkaido. Katanya dia mau kuliah di Tokyo. Pengen ketemu dia lagi. Saat ini, kami berdua masih sering saling komunikasi, utamanya via facebook dan yahoo. Dia sudah beberapa kali ngirimin saya foto-fotonya ketika dia mengunjungi tempat-tempat indah di Jepang.


I said, friendship won't stay in mile away if you keep the chit-chat through social network pages. LOL!
Btw, di situ saya item banget ya? XDD

Okay, see you around guys. Good night and have a nice dream...

listening to : Sakamoto Ryuuichi's Merry Christmas Mr. Lawrence.

Crack

Rabu, 01 Desember 2010

BLEACH
 
Ulquiorra Schiffer and Orihime Inoue

Kuchiki Byakuya and Kuchiki Rukia


Grimmjaw Jaggerjaques and Inoue Orihime

 Ichimaru Gin and Kuchiki Rukia

  Hichigo Ogichi Shirosaki and Kuchiki Rukia

   
 
NARUTO

Uchiha Sasuka and Uzumaki Naruto

 Hatake Kakashi and Haruno Sakura

 Uchiha Itachi and Haruno Sakura

 Deidara and Haruno Sakura

Uzumaki Naruto and Haruno Sakura

Uzumaki Naruto and Hyuuga Hinata

Sai and Haruno Sakura

All pictures are owned by the respectful artist.

Waiting on The Hourglass

Guess, finally I did have nothing to do in these hours. Came so earlier just for collecting the paperwork at 8 a.m. Now, I was stranded here, directly alone in computer lab. Feeling the tickling sensation of air conditioner. Well, just erase my stupid thought. I couldn't open my facebook account in this lab. Normally, the facebook page only be opened out of study times. So, unlikely in home where we could just easily open our social network pages. So sad... #plak

I'm hungryy!! >,<
Yeahhh...
Need some good nutrition for now. TT.TT

Oh yeah. One point that made me so greedy recently days. I need lot more times to SLEEPP!!!
Hey you! All of you who have many free times out there! Sleeping is my authorization (meaning? >,>a)
My PANDA EYES are so big!!!! It kinda made me so scare when I looked my own face through the mirror. HIYAAAAA...

Well, I should go. Please don't be so hilarious while reading this. It's not worthy enough to be read. Bye...

mood : bad
listening to : speed racer sounds (geez...)

Update!

Senin, 29 November 2010

New chapter from  ceruleanday,

Title: N or M?

Category: Naruto


Character(s): Naruto U. & Sasuke U.


Chapter 4 Title: III
Words: 4,327
Genre(s): Drama/Crime
Rating: Rated: T
Summary: UPDATE. "...run or we will slaughter all of your precious things."
Pendulum masa lalu terbuka dan menyibak tabir gelap akan hidup seorang Namikaze Minato. Di masa depan, Sasuke tengah dihadapkan dengan kenyataan pahit akan identitasnya sebagai N. RnR!

URL: http://www.fanfiction.net/s/6312532/4/
 
 

Ngidam Es Krim!!

Selasa, 23 November 2010

Satu kekurangan saya :  kadang jadi korban iklan. And, that's what exactly had happened to me. Fuhh, entah kesambet apa, atau mungkin iklan ntu yang bisa bikin saya mencak-mencak pengen segera mengecap enaknya es krim itu. I was totally ice cream FREAK (maksud saya, ice cream lover, ehem!). Well, selain itu, kecenderungan jajan di kampus makin tinggi saja. Sejak SD, saya nih tipe anak yang meminta jaminan kualitas dan kuantitas jajanan yang saya makan, contohnya makanan ringannya bersih kagak? (ngek, ngoookkk?). Yahh, pokoknya, saya nih anak SD yang selalu dibawain bekal. <3

Magnum Ice Cream menghantui saya!!!! Wakakakakk...
Yahh, biasa-lah. Korban iklan (see statement above). Bikin saya jadi pusing kayak habis mutar-mutar kora-kora DUFAN sebanyak seratus kali. Ckck. Nyarinya susaahhh banget. Gak tau ya, mungkin saya-nya saja yang telat nyari dan kurang beruntung. Pertama nyari tuh pas libur Idul Adha kemarin. Tau-tau, ngekk, kata mbak-nya yang jual di market dekat rumah, "Udah habis, mbak. Banyak yang nyari sih."
Yahh, sial banget deh.

But!! TODAY...
Te no net, te no net... Finally, I got itt!!! XDDD
Chocolate Truffle of Magnum Ice Cream (Wall's mine). Thanks God! =D
Walau gambarnya classic sih. 



 

11.50 p.m : November, 22, 2010

Senin, 22 November 2010

Hasil belajar coloring via photoshop :

hasil scan

 coloring part

New Template

Minggu, 21 November 2010

Seharusnya, saya menghabiskan waktu seharian ini dengan belajar buat ujian praktikum esok. Tapi, gara-gara ngelihat blog orang yang pinterrr banget nge-desain visual, saya jadi pengen ngubah keseluruhan tata letak blog ini. Overall I said, it's AWESOME! Wkwk...

Memang agak susah sih. Soalnya, ngubah template-nya gak secara otomatis--manual istilahnya. Mesti masuk-masuk ini-itu dulu. Tapi, ntar mau nyoba gambar sendiri buat desain link di sidebar. Hell yeahh!! :3

Ada yang mau lihat gambar saya?


And then, let's talk about HP : DH Part 1

Jezz, I'm curious so desperately! So epic and made me feeling so hilarious. Hope, for the next part, every war scene which has storied so detailed by Mrs. Rowling in the book, will completely scened well too! :D


I really love this part. When Hermione apparated them to Muggle place in London (sigh, I forgot the street), and they continued searching the other horcrux while making plan in a coffe shop. Truely, the wandy-fight scene kept my breath inside! Hermoine spelled 'Obliviate' and wow~ one of the witches who attacked them had lost his memmory. Wondering, if I were her, I would have kept spelling 'Obliviate' to people who had seen my stupid movements. LOL

NOW! I'm waiting for Narnia : Voyage of Dawn Treader!!
(hug King Ed). XD

Skandar Keynes

Birthday Fic For Uzumaki Naruto!

Senin, 18 Oktober 2010

A Song of Life
Using Normal and Uchiha Sasuke PoV. Dedicated to Uzumaki Naruto's BIRTHDAY!
Enjoy!


The characters portrayed here belong to Kishimoto only, and are a tribute to him. No profit will be made, or is intended to be made from this work of fan fiction.
And, 3idiots is the greatest Vidhu Vinod Chopra's creation.


[read the rest down below]

Midnight Stroll

Minggu, 17 Oktober 2010

Selain nulis, gambar adalah passion saya. Yahh, sejak kecil sih, kalo ada pelajaran menggambar, umumnya bayangan pedesaan dengan gunung-gunung beserta hamparan sawahnya sudah pasti tertoreh di atas buku gambar saya. Fufu. Tipikal gambaran gadis cilik SD yang masih ingusan.
Sekarang, dengan adanya scanner, gambar apapun bisa diwujudkan dalam media .jpg atau .png. Fungsinya tentu banyak. Soalnya, kalau disimpan dalam bentuk file akan lebih terjaga dibandingkan terus disimpan dalam bentu kasarnya. :)

Ini wajah saya.


Salah satu gambar yang saya buat. Ada di fb juga sih.

 emi yoshikuni and akira nishimori~ <3

me in anime costum~

Ah iya. Selain itu, lagi hobi download cursor-cursor imut. Silakan liat-liat koleksi cursor saya.

naruto chibi cursor. they move!

L cursor!

chibi VK~ gyaa... kawaiii nee...

Mood : raunchy, sleepy, pain at abdomen :'(
Face : full of sorrow. 

Stupid Ramblings for Today

Rabu, 04 Agustus 2010

Today is Wednesday, August 3, 2010.

Not so awful day but totally makes my money disappear so fast. TT3TT.

Well, technically I just went to a little walks on to somewhere. Feeling that I need more than just a refreshing time, so a delicious 'evil voices' came to my head. So, I took my steps and walked on to the supermarket, bought some of spaghetti ingredients. I love cooking actually but the true meaning of 'the cooking' I said is a 'experiments'. Haha. I'm not so smart in cooking but I like to try my best. Maybe someday I could be an Italian chef. Lol.

I love writing. These holidays--two months holidays--kept me in home without productive things to do. But lovely... I'm not FAT! Yeahh... Although I ate dozens of breads, they won't make me fat so easier. It's all because I think. Thinking and imaging something could make my brain processed. In many ways, reading or thinking an imagination saved my weight. Fufufu...

So, I wrote fictions through Ffn of in Fpn. They are so awesome links for me. My writes are bad, just like my stupid ramblings. Too many prologs and then... BUZZ... all of my stories had a less reviewer. TT.TT
But, it doesn't matter for me. As long as I could share my minds to somebody, I have pulled my stress out!

Yeahhh~

Well, it's only things I wanna tell you this day. Hopefully, I could be a chef! XD

FanFiction : Aku

Sabtu, 03 April 2010


Fuhh, sekedar ingin mem-posting fanfic yang sudah sangat lama sekali. Haha...

...Sebuah Cerita Lepas...
"Aku"
Written by Emi Yoshikuni

I myself
Who am I?
Who actually I care most in my life?
Where should I turn off all of these damn voices?
Must I run?
Or... still waiting for your love?

Aku? Dulu aku hanyalah seorang kunoichi yang penakut.

Dulu, dulu sekali, ketika aku masih berusia lima tahun, dari balik pilar-pilar kayu rumah utama klanku, aku melihat anggota keluargaku berlatih jurus dengan gerakan-gerakan aneh secara terus-menerus, entah untuk apa itu. Aku hanya melihat dan bersembunyi, meskipun mengetahui kenyataan bahwa aku pun harus menjadi seperti mereka.

Dulu, saat aku belum mengetahui hal-hal paling menyakitkan di dunia ini, aku sangat suka memandang langit biru dan awan putih yang berarak. Meskipun sudah tak punya ibu, hanya seorang adik perempuan yang jarang sekali bercakap denganku dan juga seorang ayah yang sangat sibuk, aku sering sekali berlarian di taman belakang rumah keluarga inti klanku. Bermain dengan air di sungai kecil yang sangat jernih itu. Gemericik airnya dan ikan-ikan yang berwarna-warni seakan ingin mengatakan padaku mengapa kau tak lari saja dari rumah? Kau ingin kebebasan kan?

Ya, aku ingin kebebasan. Tapi, itu sudah dulu sekali. Sangat dulu...

Dulu, aku ingat aku pernah melihat anak laki-laki itu. Rambut pirang jabriknya yang mencuat ke atas seakan menjadi matahari bagi dirinya sendiri. Aku tahu kalau aku memang suka bersembunyi di balik tembok atau apapun juga, yang jelas, aku tidak mau terlihat oleh orang lain. Aku memang pemalu dan penakut. Tapi, meskipun tahu kalau ia sudah tak punya ayah dan ibu apalagi saudara kandung lainnya, ia masih saja tersenyum riang dan tertawa-tawa ke sana ke mari. Sangat berbeda dengan diriku.

Aku pun sering bertanya pada diriku, kenapa kau tak bisa menjadi seperti anak laki-laki itu? Padahal kau punya segalanya. Kehormatan, keluarga dan... kecantikan. Kecantikan? Memangnya apa yang bisa kuharapkan dari satu sisi yang tentunya semua wanita di dunia ini miliki? Aku tidak pernah mengharapkan berteman dengan siapapun karena hal itu sebab memang tak ada yang mau berteman denganku hanya gara-gara bentuk lahiriah sesaat itu.
-
-
-
Aku melihat anak laki-laki itu tengah berlatih melempar shuriken di sebuah hutan kecil dekat akademi ninja. Lagi-lagi, aku bersembunyi dari balik pepohonan. Alasannya cuma satu yaitu aku malu kalau terlihat oleh anak laki-laki itu. Entah kenapa saat melihat sosoknya yang menurut teman-teman sekelasku di akademi adalah bocah tukang pembuat onar seantero Konoha, muncul sebuah perasaan aneh diantara tulang-tulang rusuk dadaku. Jantungku berdegup kencang dan darahku mengalir sangat cepat, seakan-akan seluruh bagian tubuhku akan meletus. Tapi, aku berusaha menahan diri. Ya, menahan diri hingga aku merasa sakit...

Tak pernah sekalipun kukatakan pada anak laki-laki itu mengenai perasaanku padanya. Tak pernah selama aku menjadi kunoichi hingga saat ini. Dan mungkin saja aku takkan pernah mengutarakannya seumur hidupku. Seumur hidup? Tak bisa kubayangkan sesakit apa hati ini jika aku tak pernah melakukannya.

Untuk menghilangkan rasa sakit itu, aku bertemu dengan teman setimku. Mereka adalah dua anak laki-laki yang sangat baik hati. Salah satu dari mereka berasal dari keluarga Inuzuka yang tak pernah melepas anjing kesayangannnya, Akamaru. Aku sangat senang dengan binatang, terlebih lagi Akamaru adalah jenis anjing yang sangat akrab dengan manusia. Ia sering menyalak riang jika melihatku dan setidaknya itu bisa menjadi obat bagus untuk menghilangkan penat hati.

Lalu, ada juga seorang Aburame yang menurutku lumayan misterius. Tapi, hei, jangan menilai orang lain jika belum mengenalnya dengan baik. Dan begitulah yang terjadi pada sosok anak laki-laki berkacamata itu. Di balik ketertutupannya, ia adalah teman yang pengertian dan mampu membaca situasi hatiku. Kalau aku berusaha menutupi rasa sedih yang kualami, maka dengan cepat ia akan membuatku mengatakan yang sejujurnya tapi setelah itu ia pasti akan memberi solusi terbaik untuk menyelesaikan masalahku. Ia adalah ninja pengguna serangga dan setiap akhir pekan, kalau tak ada misi, kami―aku, Inuzuka, dan dia―akan berjalan-jalan menyusuri pelosok hutan pohon Ek desa untuk mencari jenis serangga yang bagus. Meskipun agak sulit tapi cukup untuk membuatku ingin tertawa lagi.

Terkadang, sebagai gadis normal, aku juga ingin menjadi pemberani seperti Sakura-chan atau Ino-chan. Mereka berdua, tanpa berpikir panjang lagi, selalu mengutarakan perasaannya pada sosok laki-laki yang mereka sukai. Uchiha Sasuke. Ya, gadis normal sepertiku bahkan pernah mengagumi sosoknya tapi bukan dalam segi ketampanan dan lainnya, melainkan lebih ke arah sikapnya yang gesit dalam membuat keputusan. Dan mungkin hal itulah yang membuat sosok laki-laki yang lebih kukagumi ini menjadi semakin terusik hatinya.

Setiap hari, aku selalu melihatnya berlatih sendirian di hutan Ek Konoha. Peluhnya menutupi sebagian besar wajahnya yang riang itu. Tapi, sekarang, aku jarang mendengar tawa riang itu. Mengingat final ujian Chuunin juga tinggal beberapa hari lagi, ia jadi semakin giat berlatih. Aku tahu kalau aku semestinya tidak boleh meninggalkan rumah sakit dalam keadaan yang masih tak menentu ini.

Setelah mendapatkan pukulan Jyuuken dari kakak sepupuku yang berasal dari keluarga cabang klanku, aku harus dirawat intensif di rumah sakit. Kata para dokter, organ dalam tubuhku mengalami kerusakan plus aliran chakraku jadi terputus-putus. Hanya saja, aku takbisa tidak melihat anak laki-laki itu dalam sehari saja. Setidaknya, aku bisa melihatnya dari balik pepohonan lagi...
-
-
-
Ia pergi bersama dengan seorang Sannin Konoha untuk berlatih jurus-jurus dalam waktu yang mungkin sangat lama. Aku ingin sekali mengucapkan setidaknya kalimat semoga berhasil dengan latihanmu atau jaga kesehatanmu atau cepat pulang...

Tak ada satupun kata yang terucap saat kepergiannya selama dua setengah tahun itu...

Hanya harapan dan doa yang selalu menyertainya dariku. Aku ingin menangis sekaligus ingin tertawa bahagia. Anak laki-laki yang sangat kukagumi itu pergi jauh dari tatapan mata lavenderku tapi ia juga akan menjadi sosok ninja yang hebat kelak. Aku berharap ia baik-baik saja selama berada di luar sana. Dan aku juga berharap latihannya itu akan membawanya menuju impian terbesarnya selama menjadi Shinobi Konoha.

"AKU AKAN MENJADI HOKAGE! DAN ITU PASTI!"

Syukurlah. Aku masih bisa mendengar suara lantangnya itu meskipun hanya dalam mimpi...
-
-
-
Kali ini aku takboleh menjadi anak cengeng lagi. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri tuk bisa menggapai matahari sosok anak laki-laki berambut pirang itu. Aku tahu matahari yang ingin kugapai itu bersinar di tempat yang sangat jauh. Jauh sekali dari pandanganku. Oleh karena itu, aku harus menjadi lebih kuat. Dan itulah yang kulakukan setelah melihat kepergiannya itu.

Setiap hari, aku berlatih jurus-jurus baru dengan Byakugan ini. Meskipun dengan diam-diam, aku takmau lengah begitu saja. Namun, latihanku saat ini sangat berbeda. Neji-niisan telah menjadi salah satu anggota keluarga inti yang sangat dekat dengan Ayah. Dan itu artinya, Ayah pasti akan meminta Neji-niisan untuk menjagaku. Sebenarnya itu adalah hal yang 'bagus' tapi aku merasa tidak enak kalau terus saja dianggap sebagai nona besar manja yang tak bisa apa-apa. Aku tidaklah seperti itu. 

Aku hanya takbisa bertindak cepat makanya aku susah memutuskan sesuatu dalam waktu singkat.
Berbagai jurus telah kupelajari namun sebagian besar dari jurus-jurus itu berasal dari latihan diam-diamku. Setiap malam, seusai pulang dari misi, aku akan keluar dari jendela kamarku dan berlari menuju taman belakang rumah besarku untuk berlatih hingga pagi. Aku tahu kalau esoknya, tubuhku akan sedikit merasa pegal dan sakit tapi aku sudah berjanji tuk menjadi seorang kunoichi yang kuat. Aku takboleh mengeluh lagi.
-
-
-
Dua setengah tahun telah berlalu. Kelopak-kelopak bunga Sakura bertebaran di mana-mana. Musim semi adalah musim yang sangat kusukai di Konoha. Aku merasa kalau hari ini akan ada berita bagus.

Hari ini, aku, Kiba dan Shino berjanji bertemu di kedai dango untuk merayakan keberhasilan misi tim kami. Sayangnya, Kurenai-Sensei tak bisa datang, entah kenapa. Kata beliau, ia harus ke rumah sakit untuk melakukan pengecekan kesehatan. Aneh sekali. Padahal menurutku, Kurenai-Sensei tak pernah terlihat sakit sedikit pun.

Aku terlambat. Dari jauh, aku bisa melihat sosok Kiba dan Akamaru telah menunggu di depan sana. Tapi, setelah kulihat baik-baik, mereka berdua tak sendiri. Sosok lain sepertinya tengah berbicara dengan Kiba. Dengan Byakugan, aku melihat sosok itu.

Tidak! Itu tidak mungkin. Dia... Dia sudah pulang...

Bodohnya aku karena perasaan malu saat masih menjadi genin muncul lagi saat kulihat punggungnya dari kejauhan. Ia telah berubah banyak. Sama seperti diriku. Maksudku, aku memanjangkan rambutku hingga menjuntai ke pinggang. Tak pernah sekalipun aku memotong rambutku sejak dua setengah tahun yang lalu. Lalu, ia juga sudah semakin tinggi dan terlihat dewasa. Aku bersembunyi di balik tiang listrik. Sekali lagi, aku bersembunyi.

"Hinata?"

Tidak! Tidak! Tidak! Pasti ia melihatku saat bersembunyi di balik tiang. Apa yang harus kulakukan? Jantungku tiba-tiba berdegup tak menentu. Entah kenapa wajahku memanas dan jika dilihat dari dekat, warna merah terlihat jelas di seluruh permukan kulit wajahku. Kakiku seakan tak bisa menumpu berat tubuhku lagi. Lututku pun menjadi lemas.

Aku senang sekaligus malu...
-
-
-
Hari ini adalah misi pertamaku dengannya. Sebenarnya misi kali ini merupakan gabungan dari dua tim, plus Yamato-Taichou. Kami akan melakukan pencarian terhadap Uchiha Sasuke setelah kami mendengar kabar dari Jiraiya-Sama tentang kematian Orochimaru oleh Sasuke. Aku bisa melihat gurat-gurat kekecewaan yang pernah terpatri di wajahnya saat tak berhasil membawa pulang sahabatnya itu kembali ke Konoha...

Aku, dia, Yamato-Taichou dan Blue tergabung dalam satu tim yang berpencar ke area hutan pinus perbatasan Konoha. Aku sangat senang bisa membantunya meskipun hanya sedikit dan itu akan berarti banyak bagiku.

Tak disangka, aku merasakan sesosok chakra asing dari kejauhan. Kemudian, dengan Byakugan, aku mendapati seseorang dengan jubah putih menutupi wajahnya datang kepada kami. Ia lalu berbicara pada sosok laki-laki pirang ini dan tampaknya memberikan sesuatu ke arahnya. Sebuah buku yang berisi data-data Akatsuki. Kubertanya dalam hati, kenapa orang misterius itu seakan ingin membantu kami padahal kurasa ia adalah orang yang cukup berbahaya.

Dan firasatku memang benar. Orang misterius aneh itu adalah Yakushi Kabuto yang merupakan tangan kanan Orochimaru. Wajahnya terlihat jelek dan aneh. Chakranya pun mengalir tak beraturan seperti baru saja mentransplantasi potongan tubuh manusia ke dalam tubuhnya sendiri. Dan sekali lagi, prediksiku tepat.

Aku hanya bisa terdiam tanpa berbuat sesuatu yang besar. Tapi, ia mengatakan hal itu sudah cukup baginya dan aku pun sedikit berbahagia.

Kami terus melakukan pencarian hingga akhirnya perncarian kami berakhir saat tahu bahwa tim Konoha terlambat tiba di area pertempuran Uchiha bersaudara itu...

Kulihat wajah kekecewaan itu. Aku sedih karena tak bisa membantu banyak. Aku ingin sekali berbuat sesuatu yang bisa membanggakan dirinya. Aku berharap dari dulu aku mampu menjadi kunoichi sehebat Sakura-chan, er- maksudku, kekuatannya bisa digunakan untuk hal-hal yang besar. Tapi, aku adaah aku dan kamu adalah kamu, seperti kata sahabatku dari tim sembilan, Nara Shikamaru.

Aku mendorong diriku sendiri untuk berlatih lebih keras di usiaku yang kini menginjak 15 tahun. Semakin hari, rasa suka ini semakin besar saja. Aku tidak tahu bagaimana menyembunyikannya di depannya. Yang bisa kulakukan adalah melihatnya dari jauh saat ia berlatih. Untuk menebus kegagalannya, ia berlatih lagi ke gunung Myobokuzan bersama dengan Fukasaku-Sama. Kematian Jiraiya-Sama benar-benar menghancurkan hatinya. Kudengar dari Iruka-Sensei, ia bahkan pernah menangis di depan beliau karena tak tahan lagi dengan semua kegagalan dirinya. Aku renyuh dan ingin menangis juga. Apakah itu benar saat kau tahu orang yang kau sukai sedih, kau juga akan merasakan hal yang sama? Mungkin begitu bagiku...
-
-
-
Konohagakure no Sato benar-benar berada dalam kehancuran. Kejayaan yang selama ini telah dibangun dengan susah payah oleh warganya telah menjadi puing-puing suram di tengah guncangan peluru asap milik The Six Pains. Aku tak tahu mengapa Ketua Akatsuki itu tega melakukan hal sekeji ini pada kami, warga sipil, dan Shinobi amatir. Aku berusaha membantu mereka dengan segenap tenaga yang masih tersisa.

Jurus-jurus andalan yang selama ini telah kukuasai kupergunakan semaksimal mungkin demi menyelamatkan nyawa-nyawa yang tak bersalah.

Di berbagai sisi, aku bisa melihat para Shinobi Konoha bekerja keras sebisa mereka melawan kekuatan milik The Six Pains. Bahkan, Iruka-Sensei pun nyaris menjadi korban kebiadabannya tapi untung saja, Kakashi-Sensei segera menolong beliau. Hanya saja, akhir dari pertarungan itu membuatku ingin menangis. Aku tak mampu menjelaskan pada dirinya bila ia menanyakan hal itu padaku.

Aku harus berkonsentrasi pada lawanku. Aku meminta pada anggota keluarga klanku yang lain untuk membawa anak-anak dan ibu-ibu yang masih tersekap dalam rumah-rumah mereka. Mereka pun mengangguk atas perintahku. Sayangnya, aku tak bisa melihat Neji-niisan di saat seperti ini. Ia mungkin tengah menjalankan misi di luar sana. Kuharap ia segera pulang dan membantu kami.

Godaime-Sama. Beliau adalah hokage yang benar-benar peduli pada warganya. Aku tahu sangatlah berat bagi dirinya sendiri untuk menyembuhkan luka-luka para shinobi dan warga sipil lainnya dengan siput penyembuhnya itu. Chakranya sudah semakin menipis. Sakura-chan juga berusaha membawa anak-anak yang tersekap di bangunan ke rumah sakit Konoha yang juga sudah sedikit hancur. Lalu, Shizune-san. Kulihat dari kejauhan pertempuran antara keluarga Inoshikacho dengan salah satu The Six Pains yang berambut panjang itu. Aku tak melihat chakra milik Shizune-san setelah sepintas melihat sosok mengerikan itu. Wanita muda itu telah kembali ke Penciptanya.

Aku tak tahan dengan semua catastrophe ini. Semua chaos buruk ini tak pernah menjadi mimpi bagiku. Aku tak pernah membayangkan Konoha telah menjadi debu dengan mudahnya di tangan seorang Pain yang entah tubuh aslinya ada di mana. Aku... aku... tidak. Bukan aku. Kami butuh dirinya. Kami butuh pahlawan. Kami butuh Naruto. Aku―
-
-
-
Aku tahu ia pasti akan datang demi desa ini. Aku tahu ia takkan pernah memalingkan wajahnya meskipun desa besar ini telah hilang masa jayanya. Aku tahu, impiannya untuk menjadi Hokage masihlah ada. Dan, kulihat ia berdiri tegap di atas bebatuan itu. Dengan berbagai summon animal yang selalu menyertai setiap pertarungannya, ia terlihat sangatlah gagah di depan mata lavenderku. Ia benar-benar telah menjadi sosok Hokage bagiku.

Ia memulai pertarungan sengit dan menegangkan itu. Aku hanya bisa melihat dari kejauhan dengan mata putih ini. Tak lama, ia memaki orang berjubah hitam dengan motif awan merah itu. Fukasaku-Sama dibunuhnya tanpa ekspresi wajah apapun. Sosok laki-laki itu semakin emosi. Ia begitu marah dan aku takut ia tak mampu mengalahkan orang jahat itu. Dan, kekhawatiranku menjadi nyata. Sebuah tombah hitam panjang akan menembus jantungnya. Apa yang harus kulakukan? Orang-orang dari klanku menyuruhku untuk berdiam di tempat aman ini saja. Tapi, aku tak bisa hanya melihat. Aku tak mau melihat kekalahannya lagi. Aku ingin ia hidup dan terus hidup―
-
-
-
"BODOH KAU HINATA! KENAPA KAU KEMARI?! CEPAT MENYINGKIR DARI SINI! DIA ADALAH ORANG YANG BERBAHAYA. PERGILAH!!"
-
-
-
Aku tak tahu entah mengapa kakiku seakan bergerak sendiri. Seharusnya aku menggunakan logikaku dan tidak mencampuradukkan emosi dalam situasi genting seperti ini. Aku memang bodoh. Ya, seperti katanya. Aku letih karena terus saja menjadi orang yang lemah. Aku capek karena tak bisa menjadi seorang kunoichi yang kuat. Aku benci pada ketakutanku bila ia menolak perasaanku. Aku INGIN berbuat sesuatu yang berguna untuknya. Lebih dari sebuah bantuan ala genin, lebih dari sekadar senyum, dan lebih dari yang pernah ia kira...
-
-
-
"Aku tahu. Aku terlalu egois."

"APA YANG KAU KATAKAN?! APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI?! CEPAT MENYINGKIR. ORANG ITU BERBAHAYA!"

"Aku di sini atas kemauanku sendiri. Dulu― aku hanya bisa menangis dan menyerah, lalu, aku nyaris jatuh di jalan yang salah. Tapi kau―"

"―kau menunjukkan padaku jalan yang benar. Dulu, aku selalu mengejarmu, ingin memilikimu, aku hanya ingin berjalan denganmu. Dan aku hanya ingin bersamamu―"

"―kau mengubah diriku. Dengan senyumanmu, kau menolongku. Jadi, aku taktakut mati demi melindungimu. Karena―"
-
-
-
Dulu, aku pernah berkata bahwa selama hidupku, aku takkan pernah mengutarakan perasaan terpendam itu padanya. Dulu, aku hanya bisa bermimpi mengatakan hal itu langsung padanya. Dulu sekali, aku pernah menyukai sosok anak kecil periang ini.

Kini...
-
-
-
"―aku mencintaimu."
-
-
-
Aku merasa dunia berputar. Aku tahu aku akan pasti akan kalah melawan Ketua Akatsuki itu. Tapi, kini, rasa sakit yang dahulu itu tak terasa lagi saat ini sebab semuanya telah kukatakan padanya. Rasa sakit atas terkaman orang jahat itu tak sesakit dengan perasaan yang selama ini kupendam padanya. Aku bersyukur, sebelum ajalku tiba, aku sudah mengutarakannya.

Naruto... kuharap kau tahu jeritan dan tangisan jiwa ini.

Selama ini, diam itu artinya suka. Dan suka itu artinya ingin melindungi.

Diam tak selalu berarti benci dan marah.

Sebab tak semua hal perlu diutarakan dengan kata..

-FIN-

Diberdayakan oleh Blogger.