Good evening, fellas!
Saya teringat dengan sebuah foto lama di akun fb. Sekitar tahun 2008--kurang lebih empat tahun yang lalu. Di foto itu saya tampak berjejeran dengan teman-teman foreigner dari Asia. Sempat saya terkaget dengan foto itu. Kagetnya baru terasa sekarang. Karena, dulu saya pernah bermimpi untuk dapat menginjak tanah Nihon. Tau-tau, mimpi itu terwujudkan dalam cara yang tak disangka-sangka. Gratis pula. Tapi, saya ke sana bukan untuk tujuan wisata dan senang-senang. Ada tanggung jawab yang mesti saya pikul bersama ketiga rekan lainnya.
Ah, it's all 'bout past. Senang saat bisa mengingatnya kembali. =)
Besties. Teman jalan, teman nebeng, teman di saat susah dan senang. Yap. Prakiraan saya seperti itu. But it could be much much more than just those words. Besties ibaratnya kayu penopang untuk sebuah rumah yang sudah kokoh, namun terkadang rumah itu bisa mengalami penuaan oleh usia. Ia akan rapuh bersama pilar-pilarnya, tetapi dengan adanya penopang itu, sang rumah dapat berdiri dalam jangka waktu lama. Sama seperti Kazoku (keluarga).
Mungkin besties bisa digambarkan dengan banyak bahasa. Well, saya kurang capable dalam pendeskripsian sesuatu hingga ke taraf paling holistik. Teman, sahabat, rekan, kenalan, sobat, dan apapun namanya itu mungkin disimbolkan sebagai hubungan bak simbiosis mutualisme. Saling menguntungkan satu sama lain. But, I denied that statement. Saya kurang setuju. Meski, pada dasarnya selalu dipengaruhi dengan kondisi seperti itu, still kita memiliki sesuatu yang jauh lebih lebih lebih mutlak kendati memikirkan apakah saya harus menolong dia karna dia bahkan tak pernah menolong saya. Itu tergantung masing-masing pihak, tentu saja.
Teman itu apa? Sahabat itu apa? Kawan itu apa?
Bagi saya, teman adalah wadah untuk menampung jiwa homo homini lupus kita. Ah, kalau kata-kata saya salah, mohon dimaafkan. Kita manusia, bukan? Itu dulu pertanyaannya. Masalahnya adalah apakah kita memercayai keberadaan teman-teman kita itu? Mari kembali ke diri kita lagi.
Terkadang dan selalu, seseorang membutuhkan space untuk dirinya sendiri, tanpa orang lain berhak dan boleh memasuki apalagi mengusiknya. Saat kita menunjukkan, okay I'm done with this shit things and I wanna be alone; siapapun yang 'mungkin' peduli pada kita akan menanggapi dan mempertanyakan hal itu. Dan, ada beberapa orang yang akan menjawab dengan nada yang begitu dingin karena merespon dengan hal yang penuh keceriaan pun, ia tak bisa. She's tottally messed up and needs her own space.
Dan, itulah saya.
Kembali pada arti besties. Apa itu besties? Ya, besties adalah tempat canda dan tawa kalian. =)
Ilustrasinya mudah kok.
Besties
Jumat, 16 Maret 2012
Diposting oleh Leon di 22.25 0 komentar
Everybody Lives in a Jar of Fireflies
Selasa, 06 Maret 2012
Pertama, sebelumnya saya gak ada niat apapun buat ngisi blog ini lagi sekarang. Sejam yang lalu, saya inget waktu di kampus liatin lepi temen yang dia-nya lagi ngapdet blog komunitasnya. Yah, saya jadi tersentil gitu. Bukan sih. Cuman ya, ini blog udah aus deh gak pernah diisi lagi dengan apa kek. Gambar gitu setidaknya. Haha.
Dua puluh menit yang lalu, ceritanya saya pengen ngaplod gambar yang hanya ada di hape. Pengen di-blutut ke lepi. Tapi, batre hape lagi kendor. Habis. Pas mau dicolok ke charger-nya, ternyata ada tiga sms yang masuk. Betapa saya syok melihat sms yang ke-dua.
"Ni, Prof Razak Datu meninggal."
Prof. dr. H. Razak Datu, Ph.D adalah guru besar departemen Anatomi, FK UH, turut juga memegang peran sebagai Dekan FK UMI. Bukan itu yang saya jadikan poin penting. Beliau adalah Penasehat Akademik saya selama tiga tahun berada di FK UH ini. Demi apapun juga, tanpa beliau, saya gak bisa selamat dari pengurusan KRS setiap semesternya. Beliau adalah sosok yang sangat baik dan penyabar. Saya tahu betul sifat beliau yang satu itu. Dari tutur kata dan cara bicaranya yang pelan dan baik, terlihat jelas beliau adalah sosok dokter yang menyenangkan.
Saya syok. Syok! Ya Allah.
Saya terakhir bertemu dengan beliau enam hari yang lalu demi meminta tanda tangan untuk surat rekomendasi pengurusan beasiswa dari pemerintah Jepang. Saya bahkan membolos kuliah dan pergi menuju ruang Dekan FK UMI karena saya lupa bilang sehari sebelumnya saat membuat janji kalau besoknya saya ada kuliah jam segitu. Tak lama setelah tiba FK UMI, saya menunggu hingga urusan beliau selesai. Betapa saya tak melihat satu tanda pun di wajahnya bila saat itu akan menjadi waktu terakhir saya bertemu dengan beliau. Innalillahi wa inailaihi rojiun.
Nyawa memang bukan lah milik kita. Hanya milik-Nya. Dan, akan selalu kembali pada-Nya. Tergantung bagaimana kita menyikapinya sebagai yang ditinggalkan.
Bagaimana pun caranya, kematian itu pasti akan menyapa kita dengan beragam cara yang tak bisa kita prediksikan. Sama seperti beliau.
Beliau meninggal saat sedang dalam keadaaan melaksanakan ibadah Umroh di Tanah Suci. Subhanallah.
--
Dunia itu sempit, selebar daun kelor kata pepatah. Kita mungkin menemukan orang yang sama dalam waktu yang sama, namun tempat yang berbeda. Oleh karenanya, judul entri hari ini dan sebagai jurnal pembuka di bulan ketiga tahun 2012 adalah... jreng jreng jreng! Baca aja sendiri. *dor*
Yaiiy! Lama sudah blog ini saya telantarkan selama kurang lebih tiga bulan mengingat mood menulis benar-benar drop. Pasca ujian OSCE, blok, praktikum, dan pengurusan KRS baru di semester terakhir untuk mahasiswa pre-klinik FK UH. T^T Well, sebentar lagi, masing-masing dari kami akan memulai meniti hidup yang baru di dunia perklinikan yang umm you know kinda harsh. Haha. Penempaan yang tepat agar kami dapat menjadi dokter seutuhnya. Amin.
Oh ya, hari ini, tepat tanggal 6 Maret 2012, saya memulai hari dengan bangun tidur, cuci muka, gosok gigi--heleh--sorry. Yah, rutinitas dan panggilan alam, bukan. Berangkat ke kampus 07.30 WITA oleh karena hujan yang kian menderas. Fiuuh. Lagian, dosennya juga telat. Selama kuliah pula, saya cuma ber-hoah-hoah (ngantuk maksudnya. :p) Semalam tidur cuma lima jam. Itu normal sih bagi mahasiswa seperti kami, tetapi yaa tubuh benar-benar exhausted! Gak tau kenapa. Dehidrasi kali ya. Padahal hawa lingkungan lagi drop kok, dehidrasi dari mana ya. Yap, begitulah pokoknya. Setelah istirahat makan siang, dilanjutkan ibadah, et cetera et cetera. Seperti biasa, ruang kuliah akan ribut di jam-jam kosong. Masalahnya ialah, pasca kuliah pertama selepas ISHOMA, dosennya datang telaaat banget. Telat dua jam deh. =w=
Akhir kata, yang saya lakukan kalau bukan ngulik-ngulik tas dan buka-buka catetan kuliah, paling maen Fruit Ninja sama Uno di I-pad-nya Dina (temen samping duduk). Kalau udah bosan, yang terjadi adalah teroret teroret~
Gak tau ya ini wajahnya siapa. Saya sukanya gambar random gitu. Kertas di buku catetan kuliah paling belakang udah jadi korban keusilan tangan saya yang bete. Haha. Gambar gambar gambar~
Awalnya sih pengen gambar Shion (red: No.6), tapi gak ingat persis style rambutnya kayak gimana. Akhirnya yang jadi cuma ini deh. LOL
I dunno who the girl above is. Maybe... me? *dor*
Ah, Dina juga bagi-bagiin permen Turkish Delight
---
Life, please be my friend.
Death, please be the reminder. Alarm for Life.
The reminder when God wants us back to our very existence.
Diposting oleh Leon di 22.27 0 komentar
Label: curhat, kabar, mati, penasehat akademik
What I Love. What I Adore.
Jumat, 02 Desember 2011
Malam. Kita kembali dengan sebuah jurnal singkat yang sungguh tidak layak untuk dibaca. Hari ini, 2 Desember 2011, kira-kira pukul 7:52 p.m, saya akhirnya kembali bergentayangan di blog. Sesuai judul, saya akan berbicara akan hal-hal apa yang saya Love dan saya Adore. Keduanya mungkin bermakna sama, tetapi kalau dibahasaIndonesiakan, artinya beda. Ya, anggap aja ada yang begitu diidam-idamkan dan ada yang dibiasa-biasakan saja. Haha. Gak ngerti? Sama. Saya juga enggak.
Well, back to our the previous message.
Love. Empat huruf. Tapi, saya gak mau bicara soal masalah melankolis dan mendayu-dayu ya. Saya mau bicarain soal fodd, beverage, and dolls. Ketiganya udah menjadi bagian dari kehidupan saya. Yang option ketiga gak love-love amat sih, saya udah gede sih. Tapi, ada boneka yang saya selalu demen. Ada tiga yang sekarang nangkring dan bersemayam di my beloved spring bed. Mereka adalah bantal wajah Naruto, Neko-nyan, dan Red Angry Bird (uh yeaah!). Ketiga boneka itu memiliki sejarah masing-masing. Boneka wajah Naruto itu pemberian kakak saya; boneka Neko-nyan itu pemberian--ups--saya beli sendiri di Secret Zoo, Batu, Malang, Jawa Timur, Indonesia; dan yang Red Angry Bird itu spesial pemberian from my dearest friends exactly at my 20'th birthday. =))

![]() |
Hayo ditebak siapakah sosok di balik topeng (?) di atas? Yeah, whateper lah. Wkwk.
Akhir-akhir ini saya juga adore sama makanan-makanan tertentu. Kebanyakan sih buat ngemil, terutama cemilan biskuit berwarna gelap item berisi berbagai isian ini. Nama merk dagangnya sih Oreo. Saya lebih prefer sama yang isi blueberry ice cream (yummy), soalnya ada sensasi-sensasi dinginnya di lidah. Yihaa! Makanan tradisional juga, seperti kacang-kacangan sama bakpao juga enak dinikmatin sama segelas teh. :3
Kebab juga kayaknya jadi sasaran hunting gitu. Sayang, konter-konter kebab Baba Rafi cuma dikit. Kalaupun ada meski ke mall dan err--malas banget kalau harus ke sana. -.-
Minuman sih saya lagi suka sama susu. Gak semua susu saya suka, terutama yang bikin eneg. Eneg pasti karena kandungan lemaknya tinggi. So, saya sekarang hunting susu kotakan yang low fat. Dan jreng jreng di suatu siang yang panas dan terik bersama dengan beberapa temen kampus yang lewat di sebuah minimarket, akhirnya saya menemukan susu rasa French Vanilla yang benar-benar rich dan tasty. Hahahaha. Foto-fotonya bisa dilihat di bawah ini.
![]() |
Apapun makanannya, minumannya tetap... Susu Low Fat! Grrr~ Wakao~
Kayaknya cukup dulu entri jurnal di blog saya kali ini. Saya akan kembali lagi bergentayangan jika mood sudah memadai. Btw, hari ini saya baru aja ujian blok Onkologi. Hasilnya jelek banget. T_T
Nah, c u then.
Diposting oleh Leon di 20.19 0 komentar
Label: food. beverage. curcol











